Kilas Balik 2018: 5 Momen Terbaik Selama Setahun

by - Januari 01, 2019


Fenny mengawali tahun 2018 dengan buruk. Kekhawatiran dan ketakutan yang berlebih membuat Fenny canggung menjalani hari-hari. Meski bibir senantiasa tersenyum dan berusaha untuk bersikap baik-baik saja ketika berhadapan dengan orang lain, ada sisi rapuh yang mati-matian Fenny jaga. Dan akhirnya, Fenny tumbang.

Pertengahan tahun Fenny sempat menyerah. Sebagai orang yang “hidup” dengan internet dan media sosial, Fenny tak sanggup lagi bertahan. Personal branding yang menjadi adalan untuk mendapatkan penghasilan membuat Fenny lelah. Lelah karena Fenny harus menyajikan hal yang baik dan positif sedangkan fisik dan batin Fenny dalam kondisi tertekan. Opsi menutup akun dan mengganti nomer Fenny pilih untuk mengatasinya. Lebih tepatnya, melarikan diri dari kenyataan.

Suatu ketika, Fenny sempat bertanya pada salah satu kenalan tentang apa yang menjadi beban pikiran. Tidak secara gamblang, namun menggunakan perumpamaan. Beliau yang notabene lebih senior dan memiliki personality yang menurut Fenny bagus menjawab, “Problem memang harus dihadapi. Problem selesai, kita naik kelas. Allah tidak akan memberi ujian diluar kemampuan kita.”

Berbekal nasehat itu, Fenny mencoba bangkit kembali. Membangun pemikiran positif.  Menumbuhkan semangat dan kepercayaan diri yang sempat hilang. Dan inilah yang Fenny dapatkan di separuh perjalanan tahun 2018 setelah terpuruk di awal-awal tahun.

1. Tim yang loyal dan perhatian
Salah satu yang pertama kali menyambangi Fenny ketika “menghilang” adalah tim dari reseller mukena. Ya, salah satu sumber penghasilan Fenny adalah dengan menjadi distributor mukena. Ketika Fenny sampaikan bahwa Fenny sedang down dengan masalah yang Fenny hadapi dan takut berimbas mereka akan menilai negatif. Pemikiran yang paling konyol adalah lebih baik Fenny yang meninggalkan daripada ditinggalkan. Pemikiran Fenny ternyata salah, alih-alih meninggalkan Fenny, mereka menunjukkan Fenny bahwa mereka tak akan pernah peduli apa yang orang lain sampaikan berkaitan dengan masalah yang Fenny hadapi. Bagi mereka, Fenny adalah mitra yang menyenangkan dan mereka butuhkan. Mereka mendorong Fenny untuk tetap meneruskan hal baik yang Fenny lakukan bersama mereka dua tahun terakhir. Sungguh, ini adalah momen yang membuat kepercayaan diri Fenny kembali. Kini di tahun 2019, Fenny membuat konsep baru untuk penjualan mukena dengan merek Alsita dengan harapan bisa merangkul lebih banyak lagi tim penjualan dan berkembang bersama mereka. 


2. Komunitas yang selaras
Fenny memutuskan untuk bergabung di komunitas yang ada di dekat rumah. Komunitas Sahabat Dunia Akhirat yang digawangi oleh bunda Erwina Kusmarini, pemilik Bunda Collection menjadi pilihan Fenny. Penerimaan yang luar biasa menggembirakan membuah Fenny bahagia berada bersama mereka. Ada semangat baru setiap kali Fenny menghadiri pertemuan rutin setiap hari Jum’at. Bahkan, kemarin saat milad pertama komunitas kami berhasil menerbitkan buku berjudul Catatan Sahabat Dunia Akhirat. Proyek yang bisa selesai dalam waktu singkat dan bisa tercetak 100 eksemplar dalam waktu 2 minggu adalah hal yang patut dibanggakan bukan?


3. Pencapaian karir baru
Akhir tahun 2017 Fenny sempat mendapat tawaran dari salah seorang narasumber buku Couplepreneur Bikin Baper untuk menggarap buku biografi beliau. Tentu saja ini hal yang Fenny nanti-nantikan. Fenny memiliki mimpi untuk menjadi penulis biografi setelah membaca karya Alberthiene Endah, salah satunya yang berjudul Mimpi Sejuta Dollar. It’s so inspiring. Bahkan Fenny sampai ikut kelas online penulisan biografi supaya Fenny memiliki bekal yang cukup untuk masuk dalam bidang tersebut. Sempat putus kontak karena Fenny menghilang, Alhamdulillah klien tidak berubah pikiran setelah Fenny hubungi kembali. Tepat tanggal 17 Oktober 2018, buku berhasil cetak 250 eksemplar sesuai target klien. Buku berjudul Metamorfosis Si Anak Bawang, Rahasia Sukses Puguh Wicaksono Menjadi Juragan bisa dipesan melalui reseller atau melalui akun Instagram @inspirasimotivasibisnis.



4. Jejaring yang lebih luas
Semenjak lolos mengikuti kompetisi wirausaha sosial Sociopreneur Muda Indonesia (SOPREMA) yang diadakan Universitas Gajah Mada (UGM) tahun 2016, Fenny jadi tertantang untuk mengikuti kegiatan serupa. Sempat merasa pesimis karena usia yang sudah mendekati kepala tiga sedangkan kriteria usia maksimal 30 tahun, Alhamdulillah Fenny bisa lolos mengikuti Akademi Kewirausaahan Masyarakat (AKM) yang diadakan Fisipol UGM selama 10 hari. Soprema UGM yang memasuki tahun ketiga pun berhasil Fenny ikuti dalam sesi yang berbeda, setiap tahun level dan pengalaman baru yang Fenny dapatkan. Menutup tahun 2018, Fenny mengikuti kegiatan pelatihan Wirabangsa yang diadakan oleh Kementrian PMK bekerjasama dengan IBEKA di Subang, Jawa Barat selama 8 hari. Digembleng oleh mentor-mentor yang ahli dibidangnya membuat Fenny mendapatkan pemikiran baru, wawasan yang luas dan pertemanan yang luar biasa. 

Bersama salah satu "Angel" AKM, ibu Rika Fatimah (mentor)
Kenangan SOPREMA 2017

5. Kolaborasi yang sehati
Seringkali gagasan tidak akan menjadi artinya jika tidak bisa diterima dan terealisasi. Fenny menyimpan satu gagasan setelah mengikuti kegiatan mulai dari AKM, SOPREMA dan Wirabangsa. Gagasan itu sempat Fenny ikutkan dalam kompetisi yang diadakan Kapal Api dan masuk sebagai finalis. Hal tersebut cukup membuat Fenny yakin bahwa gagasan tersebut cukup menarik dan layak untuk dijalankan. Maka Fenny mulai menghubungi orang-orang yang sekiranya bisa Fenny ajak untuk merealisasikannya. Bermula dari satu, kini ada banyak dukungan yang datang untuk siap mewujudkan gagasan tersebut menjadi  hal yang nyata.

Mau bikin apa ya?

Mau berbagi kisahmu selama tahun 2018? 

You May Also Like

0 komentar

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan kesan.