Cara Mengembalikan Uang yang Terpotong Saat Transaksi di ATM, Uang Tidak Keluar Namun Saldo Berkurang

by - Agustus 14, 2018


Hampir sepuluh tahun saya menggunakan atm BNI. Sejak memiliki ATM bank yang berdiri tahun 1946 itu, entah sudah berapa banyak mesin ATM yang saya gunakan di berbagai wilayah. Mulai dari Semarang, kota lokasi Universitas Negeri Semarang yang bekerja sama dengan BNI untuk penyediaan ATM mahasiswa hingga Jogja, Klaten, Magelang dan tempat yang saya kunjungi lainnya. Herannya, diantara sekian banyak mesin ATM yang pernah saya kunjungi itu, dua mesin ATM BNI yang terletak di Jatinom, Klaten lah yang sering mengalami gangguan. Entah itu menyebabkan ATM tertelan karena mesin rusak, sering offline atau bahkan yang terakhir menyebabkan saldo rekening BNI berkurang namun uang tidak di tangan karena mesin tidak mengeluarkan uang sejumlah nominal penarikan.

Begini kronologinya ...

Antrian cukup panjang ketika saya antre di ATM SPBU Jatinom dekat rumah. Seorang bapak-bapak nampak sedang melakukan transaksi penarikan uang. Dari celah pintu kaca terlihat beliau melakukan penarikan cukup banyak. Selang beberapa lama beliau nampak gusar. Beliau berulang kali memasukkan kartu ATM. Saya sempat mendekat ke arah ruang ATM dan terbaca pemberitahuan di layar ATM bahwa transaksi dibatalkan. Beliau makin gusar dan memutuskan keluar. Saya akhirnya masuk tanpa berprasangka buruk sedikitpun. Saya hanya menduga-duga bahwa ada masalah di kartu ATM beliau atau mungkin (maaf) beliau tidak bisa menggunakan ATM.

Saya berencana menarik sejumlah uang. Prosedur dari memasukkan kartu ATM, memasukkan password hingga menu penarikan sesuai nominal yang saya masukkan ke kolom sudah berjalan lancar. ATM nampak memproses transaksi. Ditunggu-tunggu, ATM tak jua mengeluarkan uang dari mesin. Saya sudah mulai curiga. Akhirnya,  TRANSAKSI DIBATALKAN oleh ATM.

Saya tercekat. ATM BNI tak langsung mengeluarkan kartu yang ada di dalamnya. Sistem ATM selalu meminta pengguna merubah password setiap kali selesai transaksi. Setelah memilih untuk tidak mengganti password, kartu ATM keluar. Saya kembali memasukkan kartu ATM untuk cek saldo. Setelah mengikuti prosedur, terpampang jelas saldo rekening saya di layar ATM.
Jumlahnya berkurang sesuai nominal yang tadi saya masukkan ketika akan melakukan penarikan.
Padahal saya tidak menerima uang hasil penarikan rekening karena transaksi dibatalkan dan mesin tidak mengeluarkan uang. 

Saya menghela nafas. Saya jadi harus berkunjung ke bank. Saat itu, bank BNI terdekat berada di pusat kota yang berjarak kurang lebih 45 menit dari rumah. Buku rekening kebetulan juga saya simpan di Magelang karena saat itu saya menetap  disana. Terlebih lagi, hari itu hari Minggu sehingga saya tidak bisa langsung mengurus masalah tersebut. Beruntung saya masih memiliki uang di rekening bank lain. Saya pun berpindah ke ATM sebelah yang berbeda bank.

Keesokan harinya saya sudah kembali ke Magelang. Bermodalkan nekat, saya mengunjungi bank terdekat. Sesampainya di bank, saya dibantu satpam mengambil antrian Customer  Service (CS). Setelah menunggu beberapa nomer antrian, nomer antrian saya dipanggil. Saya lalu menjelaskan permasalahan yang saya hadapi.

CS tersebut lalu meminta KTP dan buku rekening berikut kartu ATM. CS menanyakan data nama ibu kandung, nomer HP , nominal transaksi terakhir, waktu transaksi terakhir dan lokasi transaki terakhir. CS sempat mengerutkan dahi ketika saya menyebutkan lokasi ATM Jatinom, Klaten. Saya menjelaskan bahwa saya melakukan transaksi ketika saya mengunjungi orang tua di Klaten sedangkan saya menetap di Magelang. CS yang masih muda tersebut tersenyum lalu meminta ijin untuk memproses keluhan.

Tak butuh waktu lama untuk kemudian mendapatkan kepastian bahwa kemungkinan uang akan kembali didebit ke rekening maksimal 2 minggu. Pihak bank perlu mengadakan penyelidikan dengan cek CCTV ATM. Jika memang benar bahwa ATM tidak mengeluarkan uang ketika transaksi, maka uang akan kembali.

Saya hanya bisa mengangguk-angguk ketika mendengar solusi dari CS. Tidak ada pilihan lain selain menunggu hasilnya 2 minggu kedepan. Saya menjawab tidak dan mengucapkan terima kasih pada CS setelah ia menanyakan apa ada masalah lain yang bisa ia bantu. 

Saya sempat mencoba bertransaksi di ATM yang satu lokasi dengan bank tempat saya klaim saldo yang terpotong.  Transaksi penarikan lancar, demikian cek saldo. Hari-hari berikutnya, nomer rekening BNI tetap bisa saya pakai untuk beragam transaksi, terutama untuk menerima transfer dan menarik uang. Tepat 2 minggu, saya menerima info debit sejumlah nominal yang pernah terpotong melalui SMS Banking. Itu artinya, proses pengembalian saldo BERHASIL. Jika tidak menggunakan SMS/Mobile Banking, bisa juga cek mutasi melalui teller dengan membawa buku rekening. Lega rasanya uang kembali tanpa berbelit-belit. Meski harus menunggu cukup lama, saya rela.

Ada yang memiliki pengalaman yang sama?

You May Also Like

4 komentar

  1. Aku belum pernah ngalamin kayak gitu. Alhamdulilah. Tapi aku pernah ngalamin kartu ATM ku ketelen. Dan disitu kadang aku merasa sedih.

    BalasHapus
  2. kejadian seperti itu sering di alami oleh nasabah yang akan menarik tunai pada mesin ATM.. biasanya jika mesin ATM tidak mengeluarkan uang itu di karenakan uang yang ada di mesin sedang kosong atau tidak cukuk untuk sejumlah yang di tarik.. jika saldo sudah ter debit biasanya akan kembali lagi sekita 15menit an.. itu saya alami di ATM BANK BRI.. saransaya tariklah tunai di atm" yang terdapat di kantor bank tersebut..

    BalasHapus
  3. belum pernah ngalamin sih
    semoga aja ga pernah ngalamin

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung dan meninggalkan KESAN.